Category Archives: South Jakarta

Bankara Ramen

Standard

Saya lagi demen banget cuci mata di mall yang lumayan baru ini, Lotte Shopping Avenue. Secara banyak resto-resto baru yang saya belum pernah coba. Salah satunya adalah Bankara Ramen. Maaf ya, ramen lagi nih, soalnya ramen lover sih saya, hehe…

Tempatnya tidak terlalu besar, sekitar 30-40an seat. Sistem pencahayaannya remang-remang. Interiornya ala kedai Jepang. Meja kayu dan kursinya berwarna hitam. Ada beberapa meja yang disekat dengan tirai bambu.

bankara1

Bankara2

Untuk pembuka, saya pesan Wafu Salad (IDR 29k). Salad ini adalah salad ala Jepang dengan dressing terbuat dari soy sauce, rice vinegar dan vegetable oil. Tumpukan aneka sayuran disiram dengan dressing warna putih dan ditaburi potongan seaweed. Rasanya manis, sedikit asam dan fresh. Tidak neg, walaupun disiram dengan dressingnya. Perfect choice for appetizer!

wafu salad bankara

Untuk side dish saya order Pork Gyoza (IDR 33k). Lima potong Gyoza hadir di depan saya. Daging isiannya juicy dan untuk rasanya lumayan yummy. Okelah dipesan untuk cemilan ringan sambil ngobrol.

gyoza bankara

Untuk ramen sebenarnya saya pengen pesan tonkotsu ramen-nya. Tapi kok dibilangnya gak ready stock. Agak-agak aneh juga sih, karena itu menu adanya di halaman 2. Akhirnya saya pesan Bankara Charsu Men (IDR 89k). Pas sampai di meja, saya rada shock sih lihat penampakannya. Kuahnya itu loh, OMG, berlemak banget. Kuah ramennya warna coklat, kalau tonkotsu kan biasanya putih ya. Terus di atasnya dikasih topping potongan charsu, selembar seaweed dan ditaburi daun bawang.

Pertama nyicip kuahnya, rasanya manis terus fatty banget. Suapan kedua, ketiga….kok mulai berasa neg ya….hadeh….Mungkin karena saya lebih enjoy kuah asin ya daripada manis. Suapan awal sih masih berasa ok ok aja, tapi begitu di tengah sampai akhir, beneran berasa ‘too much’. Sampai bolak balik saya selingi dengan minum ocha. Kuahnya itu ibarat kayak lemak babi di-juice. Duh, potongan-potongan lemak kasar pada ngambang di kuah ramen. Terus terang aja, saya gak sanggup abisin. Kelar makan berasa neg berat. Sampai saya langsung makan permen pedas untuk hilangin rasa lemaknya.

bankra charsu men

Terus terang, kalau disuruh makan hidangan ini untuk kedua kali, saya bakal nolak berat. Walapun charsu-nya lumayan empuk, tapi kalau disandingkan dengan kuah yang super fatty kayak gini sih, waduh, gak deh! Kalau mau nyoba makanan ini, jangan lupa abis itu nenggak obat kolesterol ya. Not recommended buat orang yang berusia lanjut.

 

Ciputra World – Lotte Shopping Avenue, 3rd Floor

Jl. Prof Dr. Satrio Kav. 3-5

Kuningan – Jakarta Selatan

Phone: 021-29519966

 

 

 

Advertisements

Marugame Udon

Standard

Begitu dengar kata udon, di bayangan saya terlintas mie dengan ukuran tebal yang bertekstur kenyal. Well, which is saya gak begitu enjoy makan mie jenis seperti itu. Jadi ketika Marugame buka outlet di Jakarta, saya tidak terlalu ingin mencobanya. Tapi saya takjub juga melihat antrean customer yang tidak ada habisnya di cabang Gandaria City.

 

Udon itu apa sih? Kalau sesuai standard udon itu berbentuk bulat seperti pipa dengan diameter di atas 1.7 mm. Terbuat dari tepung terigu berprotein sedang/rendah yang diulen dengan air & sedikit garam. Setelah adonan dipotong-potong, udon bias langsung direbus. Biasanya dimakan bersama kuah yang dibuat dari dashi dengan tambahan kecap asin yang disebut tsuyu.

 

Nah untuk kedatangan perdana saya, langsung to the point aja bertanya apa menu andalannya. Saya dianjurkan untuk memesan Niku Udon (IDR 40.909k). Semangkuk udon dengan kuah coklat muda bening, disajikan dengan topping irisan beef tipis serta ditaburi daun bawang dan tepung yang sudah digoreng ala kremes. Untuk daun bawang, garlic, kremes dan cabai potong bias nambah sesuka hati. Suapan pertama saya coba kuahnya terlebih dahulu. Rasanya gurih dan segar, perpaduan manis dan asinnya pas untuk lidah saya. Lalu saya coba tekstur udon-nya. Ternyata tidak sekenyal bayangan saya, jadi lebih mudah dikunyah. Untuk daging beef-nya super empuk, mirip irisan beef di Yoshinoya. Ditambah taburan cabai potong dan kremes yang kriuk-kriuk, saya bisa katakan hidangan ini enak. Bahkan setelah kenyangpun, sama sekali tidak terasa neg seperti kalau kita makan ramen.

Niku Udon Marugame

Untuk side dish-nya saya tambahkan Tamago (IDR 6.363k) alias telur mentah. Lalu saya juga order Broccoli Tempura (IDR 9.091k), Skewered Tofu Roll (IDR 10.909k) dan Ebi Tempura (IDR 12.727k).

Side Dish Marugame

Suka sekali dengan Broccoli Tempura-nya, crispy banget. Untuk tofu dan ebi tempuranya lumayan lah, standard. Kalau gak suka broccoli, ada yang cuma gorengan veggiesnya saja. Untuk minuman saya pesan Hot Ocha (IDR 9.091k).

Veggies Tempura Marugame

Secara keseluruhan rasanya memuaskan. Saya sendiri sudah kali yang kedua mampir disini.

 

Mall Taman Anggrek, 3rd Floor

Letjen S Parman Kav. 21

Slipi – Jakarta Barat

 

Gandaria City Mall, UG Floor

Jl. KH. M. Syafii Hadzani No.8

Kebayoran Lama – Jakarta Selatan

 

The Baywalk, Green Bay Pluit, 2nd Floor

Jl. Pluit Karang Ayu 3

Jakarta Utara

 

Bintaro Xchange Mall, G Floor

Jl. Boulevad Bintaro Jaya, Sektor 7

Bintaro – Jakarta Selatan

 

Summarecon Mall Serpong, Downtown Walk

Jl. Boulevard Gading Serpong

Serpong – Tangerang

 

Mall Ciputra Cibubur, G Floor

Jl. Alternatif Cibubur

Cileungsi KM 4, Jakarta Timur

 

Mall Artha Gading, 1st Floor

Jl. Boulevard Artha Gading Selatan No. 1

Kelapa Gading – Jakarta Utara

 

Kota Kasablanka, LG Floor Unit $11-12

Jl. Casablanca Raya Kav. 88

Kuningan – Jakarta Selatan

 

 

 

La Hoya Comida Mexicana

Standard

Jarang sekali di Jakarta ini saya menemukan Mexican restaurant. Paling yang saya tahu di Chilis. Jadi senang juga pada akhirnya nambah satu resto yang nekat mengkhususkan dirinya untuk jualan makanan ala Mexico.

Design interiornya cukup menarik. Benar-benar ingin menampilkan isi rumah ala Mexico. Terbagi atas 2 area. Saya pilih duduk di area tengah, karena seat-nya berupa sofa, jadi berasa lebih nyaman aja. Temboknya dihiasi porselen bermotif dengan dasar warna putih, serta ditambah gantungan pot bunga plus kaca model klasik.

la hoya1

la hoya2

Ada juga seat yang ditempatkan di area gang. Kalau datang berdua dan sekedar ingin menikmati cocktail-nya asyik juga duduk disini.

la hoya3

Di bagian tengah unik juga diberi dekorasi air mancur. Nice! Berasa ada di tengah-tengah bundaran di alam terbuka #lagibayangin

la hoya4

Untuk opening, saya coba Los Nachos (IDR58k). Menu ini sudah umum banget disajikan di cafe-cafe. Tapi ya penasaran juga pengen nyoba nachos ala resto Mexico beneran. Harusnya sih lebih mantep donk ya? Pas dateng lumayan kaget juga dengan size-nya yang gede banget. Disajikan di dalam kotak jaring terbuat dari alumunium, kayak trolley di supermarket gitu. Segambreng kripik Nachos yang crispy, ditaburi daging cincang sapi, potongan tomat, olive & acar jalapeno dan disiram dengan cheddar cheese & sour cream. So gooooddd! Serius nagih! Can’t stop eat this! Udah gitu yang amazing adalah mereka kasih 3 mangkuk kecil tambahan saus: guacamole, tomato salsa, cheddar cheese sauce. Wajib order!

los nachos la hoya

Pernah coba Taco gak? Itu adalah salah satu hidangan tradisional Mexico yang terbuat dari tortilla ber-bahan jagung atau gandum yang digulung. Isinya bisa macam-macam: daging sapi, babi, ayam, seafood, sayur & keju. Dan biasanya diberi garnis seperti salsa, alpukat atau guacamole, cilantro, tomat, daging cincang, irisan bawang dan lettuce.

Nah, hidangan kedua yang saya pesan adalah Taco De Camaron (IDR69k). Apaan nih? Ini adalah taco yang isinya udang segar yang telah ditumis dengan butter. Lalu diberi isian taco de gallo, potongan kol & lettuce. Ada 3 pieces taco ukuran besar berikut saus guacamole & sour cream yang diletakkan di atas talenan kayu. Jenis makanan kayak gini gak cocok ya dimakan pakai sendok, garpu atau pisau. Yang paling ideal adalah cuci tangan trus just grab it and put it on your mouth! Of course berantakan style gitu deh pastinya! Tapi sensasi streetfood ala Mexico itu loh yang berasa banget. Surprisingly, the taste is so delicious! Udangnya lumayan besar dan fresh, pas digigit bunyi kres-kres gitu. Sayurannya juga udah dibumbuin gitu, jadinya nendang juga rasanya. Sumpah enak!

taco de camaron la hoya

Hidangan terakhir saya pesan pasta, secara saya pikir 2 hidangan sebelumnya gak akan mampu bikin perut saya kenyang. Ternyata dugaan saya salah secara porsinya huge semua #gubrak.

La Pasta Al Ajillo (IDR65k). Nah bingung kan saya pakai bahasa planet gitu? Ternyata itu adalah bahasa lain dari fettucine yang diberi topping udang dan disiram saus creamy ajillo. Rasanya lumayan enak juga, walaupun ya gak bisa dibilang excellent. Saya sih maklum karena mereka kan juga bukan Italian resto, which is okay lah buat saya kalau masakan pastanya biasa aja.

la pasta al ajillo la hoya

Kalau dateng dengan rombongan, cocok banget makan disini. Porsinya besar jadi bisa makan keroyokan. Semua masakannya yummy, I will definitely come back!  Very recommended!

 

Gandaria City Mall
Mainstreet Dining, Level G, Unit MG 31 – 32
Jl. KH. M. Syafii Hadzani No.8, Kebayoran Lama, Jakarta 12240
Ph: (021) 29236458

Suntiang

Standard

Djournal Coffee

Standard

Kebutuhan nongkrong di saat ini bener-bener jadi kebutuhan yang essential dalam hidup saya, tepatnya untuk menjaga stabilitas kesehatan jiwa. Secara rutinitas sehari-hari yang bikin jenuh dan sumpek, serta terbatasnya waktu untuk sekedar relax sendirian, maka gak heranlah saya sangat menghargai saat-saat bisa duduk sendirian & sekedar menikmati secangkir kopi hangat.

 

So, setiap dibukanya tempat nongkrong baru di daerah ‘kekuasaan’ saya di wilayah barat, saya selalu ngeh dan sedapat mungkin buruan nyoba’in mampir di tempat tersebut.

 

Sebenernya udah denger dari lama sih ttg Djournal Coffee, tapi ya baru-baru aja ini saya akhirnya menapakkan kaki di sini. Ada 3 cabang di Jakarta, kali ini saya coba yang di Puri Indah Mall.

 

Pas pandangan pertama sih udah jatuh cinta sama interior designnya. Suka banget sama bagian luarnya yang dibikin ala-ala kebun gitu. Kesannya fresh ngeliat warna perpaduan putih hijau begitu. Bangku taman dan tanaman yang diletakkan dalam pot juga bikin nuansa ruang terbuka itu makin nyata. Paling asyik sih kalau didukung dengan cuaca yang mendung ya, jadinya mengurangi gerah secara di atasnya cuma ditutup langit-langit bening which is kalau mataharinya rada galak ya berasa keringetan juga sih.

Djournal1

 

Djournal Garden

Kalau gak tahan gerah, ya bisa milih duduk di dalam aja. Disediakan sofa dan juga kursi kayu biasa.

interior djournal

Seru juga sih kalau ngobrol-ngobrol bareng teman di tempat ini. Trus yang saya suka juga mereka menampilkan aneka pastry di meja terbuka alias kita bisa self service. Cukup banyak pilihan juga. Kalau mau pesan makanan yang agak kompleks bisa langsung capcus liat di menu mereka yang terdapat di area kasir.

pastry djournal

Untuk kedatangan perdana ini, saya coba Ice Caramel Macchiato 160z (IDR44.545) dan Hot Mocha 120z (IDR39.091).

caramel machiato & hot mocha djournal

Berhubung sikon perut lagi nanggung, jadinya ya pesan makanan yang ‘nanggung’ juga secara porsi. Pilihan jatuh ke Tuna Salad Sandwich (IDR39.091). Dibungkus roti model hotdog serta lembaran daun selada, isian tunanya lumayan tebal juga. Irisan daging tuna dicampur dengan pipilan butir jagung dan paprika, plus chili sauce bikin adonan tersebut pas di rasa saat dilumat di dalam mulut. Ternyata dilengkapi pula dengan French fries. Hmmm….lumayan gede juga ya porsinya kalau dimakan sendiri.

tuna salad sandwich djournal

Karena nongkrong dalam waktu yang lumayan lama, alhasil lidah ini nagih pengen icip sesuatu yang manis. Berita gembira buat para sweet tooth! Di sini dibuka counter Collette & Lola. Anak selatan pasti udah familiar banget sama cake counter ini. Terkenal banget sama varian cakenya yang ajib. Sebelum ini sih pernah dikasih birthday cake yang rasa hazelnut. Dan doyan banget, karena walaupun rasanya manis tapi gak bikin eneg. Nah, kali ini saya juga pengen coba salah satu signature-nya yaitu Lola Bar (IDR31.818). Cake berlapis serta berisi coklat berbentuk persegi panjang serta dikelilingi oleh potongan kacang serta dialasi dengan sensasi crunchy dari cereal bikin saya mengacungkan dua jempol. Buat chocolate lover, kudu rasain ini.

Lola Bar collette lola djournal

Di kesempatan lain, pagi-pagi saya iseng mampir kemari. Breakfast ceritanya. Langsung ambil pastry andalan mereka yaitu Nutella Croissant (IDR30k). Sebenernya cuma croissant kosong diolesi Nutella sih di dalamnya, tapi rasanya lumayan ok juga. Untuk menyeimbangkan rasa manis dari Nutella, saya pesan coffee Toraja 120z (IDR27.273). Kopi pahit ceritanya. Jarang sih saya pesan black coffee seperti ini. Tapi mau belajar enjoy minum kopi dari aroma wanginya ah! Katanya kalau pesan di luar black coffee namanya banci kopi, eaaaaaa…..#malu

nutella & toraja djournal

Secara keseluruhan, saya suka banget sama tempat ini. Jadinya ya beneran saya bolak-balik mampir di sini, mungkin kalau dihitung sudah 4-5 kali ya. Cukuplah bawa 50 ribu saja kalau hanya untuk menghirup secangkir kopinya yang wangi sambil melepas stress.

 

 

 

Grand Indonesia, West Mall, GF,

Jl. MH. Thamrin No.1

Jakarta Pusat

Ph: (021) 23581835

 

Puri Indah Mall, GF Unit 001

Jakarta Barat

 

Cilandak Town Square, GF

Jl. TB Simatupang, Cilandak

Jakarta Selatan

Ph: 021 75920255

Eric Kayser

Standard

Di kalangan para “Bakers”, nama Eric Kayser ini udah hitz banget! Jadi pas tau mas Eric ini buka outlet di Jakarta, langsung dah meluncur kesana. Kalau ditinjau dari sejarahnya, memang dia ini keturunan Bakers, secara dari kakek buyut sampai ayahnya semua tukang bikin roti. Wah! Di usia 18 tahun aja, Mr. Kayser ini sudah jadi rekanan untuk acara bergengsi Tour de France.

Ilmu bikin roti dan kue enak ini tidak disimpannya sendiri, tapi dibagikan kepada generasi penerusnya lewat French National Istitute of Baking & Patisserie. Pertama kali outlet perdananya dibuka di Paris pada tanggal 13 September 1996. Dan kalau dihitung-hitung, sudah ada lebih dari 100 outletnya tersebar di seluruh dunia. Ckckck…hebat ya! Yang bikin Mister yang satu ini diterima secara global adalah karena untuk setiap negara, dia bikin menu adjustment, alias disesuaikan dg selera lidah local. Misalnya aja, waktu buka outlet di Jepang, dia bikin roti ukuran mini, secara orang Jepang suka. Udah gitu dia juga mix resep ala France-nya dia dengan matcha (green tea) & sweet potato yang populer di Jepang. Kira-kira kalau di Indonesia dia bakal bikin inovasi apa ya?

Eric Kayser

Di tempat ini menyediakan varian Bread alias roti. Katanya sih untuk pembuatan roti ini diawasi oleh head baker yang secara private di-training sendiri oleh Mr. Kayser. Untuk jenis baguette yang sederhana saja membutuhkan proses selama 12 jam. Selain rotinya, varian croissant-nya juga juara. Bahkan di tahun 2009 dapat penghargaan dari Le Figaro sebagai croissant terbaik di Paris. Wow! Selain itu juga ada aneka Sandwich serta Coffee.

Untuk kedatangan perdana ini, saya tertarik banget untuk coba patisserie-nya. Siapa yang gak tertarik melihat display secantik ini (monggo dilihat fotonya, jangan ngeces!).

Eric Kayser2

Kue pertama yang saya coba adalah Éclair Chocolate (IDR 36.364k). Adonan kue mirip kue soes yang dibuat bentuk panjang ini diisi dengan coklat cair plus topping lapisan coklat beku tipis. Tekstur kue-nya halus dan rasa coklatnya tidak terlalu milky. Yummy deh pokoknya!

Eclair Choco EK

Lalu saya coba patisserie andalan di sini yaitu: Macaronade (IDR 54.545k). Macaron ukuran lumayan besar diisi dengan beberapa buah fresh raspberry lalu diberi selai pistachio berwarna kehijauan. Rasa manis dari macaron berpadu sempurna dengan rasa asam dari buah raspberry. Nice!

Macaronade EK

 

Plaza Senayan, 3rd Floor

Jl. Asia Afrika

Jakarta Selatan

 

 

Ayam Betutu Khas Gilimanuk

Standard

Sudah bukan rahasia lagi kalau Bali menjadi destinasi turis asing maupun local. Dari pantai, budaya dan lokasi spa-nya yang menakjubkan membuat nama Bali masyur di mancanegara. Bahkan pulau dewata ini lebih tersohor namanya dibanding Indonesia. Banyak org asing yang tidak tahu kalau Bali ini terletak di Indonesia. Wew!

Selain hal-hal di atas, yang bikin hati ini kangen sama Bali adalah kulinernya. Yup, dengan campuran bumbunya yang khas benar-benar membuat masakan Bali ini sangat special. Bahkan untuk beberapa lidah mungkin terasa agak ‘strong’, nyaris seperti rasa jamu begitu deh!

Salah satu hidangan yang populer adalah ayam betutu. Betutu ini biasanya berupa ayam atau bebek utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Betutu biasanya disajikan pada upacara keagamaan atau adat.

Untuk bumbunya sangat rumit. Dari cabai merah, rawit, kemiri, bawang merah, terasi,bawang putih, ketumbar, serai, merica, lengkuas, pala, kunyit, daun jeruk purut, jahe, kencur, garam dan gula; semuanya diolah dan tada…jadilah hidangan betutu ini. Susaaahhh ya….makanya kalau mau buat sendiri juga ribet, dan belum tentu juga jadinya bakal sama seperti yang di Bali.

Di Jakarta sendiri, langka banget resto yang khusus menjual hidangan khas Bali ini. Salah satu yang selalu saya kunjungi yaitu yang berada di daerah Selatan.

Di sini saya biasanya wajib order Ayam Betutu ½ ekor (IDR 55k). Ayam yang telah diungkep dengan bumbu khas Bali ini disajikan agak nyemek, ada kuahnya sedikit dan dilumuri dengan topping bumbunya. Rasanya gurih asin pedas. Very delicious! Bumbunya meresap sampai ked aging bagian dalam. Klop banget kalau disantap dengan nasi putih hangat, dijamin bakal nambah terus,haha….

Ayam Betutu Gilimanuk

Karena saya spicy lover, saya juga membeli tambahan Sambal Matah (IDR 15k). Sambal ini terbuat dari bawang merah, cabai rawit, serai, terasi bakar, garam kemudian ditambahkan minyak kelapa asli dan diberi air perasan jeruk limau. Glek! Langsung nelan ludah. Selain itu juga memesan Plecing Kangkung (IDR 10k). Masakan ini terbuat dari kangkung yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin dan segar dengan sambal tomat yang terbuat dari cabai rawit, garam, terasi dan tomat. Sluuurrrp! Padukan saja ketiga hidangan itu, pasti celana bagian perut kita akan jadi sempit seketika setelah habis menyantapnya.

plecing kangkung & sambal matah gilimanuk

Gak komplit rasanya kalau di sini saya tidak pesan Nasi Campur Bali (IDR 40k). Seporsi nasi putih lengkap dengan sate lilit, urap, tum ayam, pepes ikan, ayam sisit, telur, udang bumbu bali, ares, kacang goreng dan sambal matah benar-benar mengundang selera. Paduan lauknya sempurna banget untuk perut yang sedang lapar. Cocok buat penggemar masakan dengan cita rasa asin dan pedas.

nasi campur bali gilimanuk

Jl. Wolter Monginsidi No. 63 A

Kebayoran Baru

Jakarta Selatan

Ph: 021-7233245

 

Balai Pustaka Timur No. 25

Rawamangun

Jakarta Timur

Ph: 0813-38597455

 

Jl. Pluit Indah No. 25

Jakarta Utara

Ph: 021-66606388

 

Jl. Merdeka No. 88

Renon – Denpasar Bali

Ph: 0361-263464

 

Jl. Raya Tuban No. 2 X

Tuban – Kuta Bali

Ph: 0361-757535

 

Jl. Buluh Indah No. 51

Denpasar – Bali

Ph: 0361-7407509

 

 

Pop Bar

Standard

Ice Cream! Yup, siapa yang tidak suka dessert dingin dengan berbagai rasa yang menggoda ini? Hampir semua orang dari anak-anak sampai dewasa pasti suka. Yang paling favorit adalah es dalam bentuk loli, karena bisa kita santap sambil jalan. Karena saya tipe orang yang selalu punya stock ice cream di freezer rumah, maka saya sangat excited ingin mencoba kedai ice cream ini.

Popbar ini ternyata berasal dari New York, Amerika Serikat. Mereka menjual es loli (es dalam bentuk stick) gelato, sorbet dan yogurt. Di luar negeri es ini sering disebut dengan nama ice pop atau popsicle. Menurut sejarah sih es loli ditemukan secara tidak sengaja di Kanada pada tahun 1905. Sekarang ini es loli sudah berkembang dengan kreasi aneka rasa dan bentuk yang lucu-lucu.

Di Popbar ini kita dipuaskan dengan 26 pilihan rasa. Untuk gelato ada pilihan rasa seperti: strawberry, coklat, pistachio, peanut butter, hazelnut, coconut & avocado. Untuk sorbetto ada pilihan rasa: mango, strawberry, watermelon, jackfruits, orange & guava. Ada beberapa es loli yang disajikan di display yang telah diberi topping tambahan juga. Tapi sepertinya lebih asyik kalau saya custom toppingnya sendiri. Harga untuk PopGelato (IDR 26k), kalau untuk PopSorbetto (IDR 25k).

popbar

Untuk toppingnya bisa berupa saus cokelat: Milk Chocolate, Dark Chocolate & White Chocolate. Kalau kurang puas bisa ditambah dengan topping kacang: hazelnut, almond & pistachio. Untuk Topping lain ada kelapa parut & meisjes cokelat. Untuk harga masing-masing Topping (IDR 3k).

Karena saya suka banget rasa coklat, jadinya saya pilih PopGelato rasa Chocolate. Biar lebih nampol es loli ini saya celupkan di saus Dark Chocolate, setelah itu diguling-gulingkan ke cacahan kacang pistachio.

choco pistachio popbar

Kresss, begitu kira-kira bunyi es loli ketika saya gigit! Bunyi itu berasal dari saus Dark Chocolate yang berubah teksturnya menjadi padat. Perlahan-lahan lapisan dark chocolate itu mencair di mulut diikuti dengan sensasi gelato yang dingin dengan rasa coklat yg nampol banget. Menjadi paduan harmoni yang sempurna dengan tekstur crunchy dari pistachio. Lain kali saya akan coba rasa Sorbet-nya. Es loli ini disajikan begitu saja, dalam arti tidak diberi alas piring sama sekali, hanya disiapkan tissue saja, sehingga harus langsung disantap. Karena tidak mengandung bahan pengawet, es ini jadi mudah mencair. Jadi siap-siap tissue basah saja, karena tangan bakal belepotan.

Es loli di Popbar ini dibuat fresh setiap hari. Jadi tidak distock berbulan-bulan. Untuk bahan buah-buahannya pun asli. Ada sebagian bahannya yang masih diimport dari Italia. Mereka menjamin bahwa es loli ini bebas pengawet, bebas gluten dan pewarna buatan. Katanya sih malah sudah tersertifikasi Kosher. Dan untuk varian Sorbet-nya bisa dikonsumsi untuk para vegetarian. So, tunggu apa lagi!

 

Bay Walk Mall, 2nd Floor

Jl. Pluit Karang Ayu

Jakarta Utara

 

Central Park Mall, LG Floor

Jl. Letjen S. Parman Kav. 28

Jakarta Barat

 

Lotte Shopping Avenue, LG Floor

Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5

Jakarta Selatan

 

Epicentrum Walk, Ground Floor

Jl. H.R. Rasuna Said

Kuningan – Jakarta Selatan

Phone: 021-29941679

 

Bakerzin

Standard

Café ini sih sudah tersohor sejak lama. Kalau di Plaza Senayan, café ini selalu full, bahkan pas hari biasa juga susah dapat tempat duduk. Hikz…Kali ini saya coba nongkrong di cabang Tangerang, sekaligus janjian meeting dengan teman.

Untuk appetizer, saya order yang super ringan: Nachos (IDR 40k). Tumpukan kripik nachos dengan topping cream cheese, potongan tomat dan acar cabai hadir di hadapan saya. Yang saya sayangkan, kok kripiknya melempem ya?

Nachos Bakerzin

Untuk main course saya order Linguine Bratwurst (IDR 65k). Sepiring pasta ukuran lumayan banyak dilengkapi dengan sosis bratwurst yang diiris tebal-tebal. Bratwurst-nya enak. Untuk pastanya diolah ala Asia, jadi agak manis gitu. Kalau saya pribadi sih lebih suka pasta yg dimasak ala carbonara, hehe…

Linguine Bratwurst Bakerzin

Hidangan utama lain yang saya pesan adalah Salmon Steak (IDR 95k). Potongan Salmon ukuran medium di-grilled kecoklatan sampai kulit Salmon-nya berasa garing & ditaburi dengan black pepper. Dilengkapi dengan assorted veggies seperti wortel, buncis & kentang yang telah ditumis dengan butter. Lumayan delish! Mungkin bakal lebih mak nyus kalau daging Salmon-nya pakai yang bagian belly-nya….jadi agak berlemak gitu, pasti berasa juicy!

Salmon Steak Bakerzin

Untuk closing, secara saya cake lover, saya order Choco Amer Cake (IDR 30k). Cake coklat dengan lapisan kue coklat tipis plus chocolate ganache yang tebal dengan topping bubuk coklat halus. Must order buat chocolate lover!!! Saya suka sekali!

Choco Amer Cake Bakerzin
Kelapa Gading Mall

Sentra Kelapa Gading 3, 1st Floor No.39

Jl. Boulevard Kelapa Gading Blok M

Jakarta Utara 14240

 

Plaza Senayan 2nd Floor, Unit 209C-211C-213C

Jl. Asia Afrika No.8

Senayan – Jakarta 10270

 

Plaza Indonesia 2nd Floor Unit 071

Jl. M.H. Thamrin Kav. 28-30

Jakarta 10350

 

Pondok Indah Mall 2, 1st Floor Unit 141

Jl. Metro Pondok Indah

Jakarta Selatan 12310

 

Sumarecon Mall Serpong DGF Unit 226

Serpong – Tangerang

Ph: 021-29310576

 

 

 

Menya Sakura

Standard

Buat yang baca, jangan bosen ya, karena kali ini saya akan cerita tentang tempat makan ramen lagi…hiyaaaa….Maaf, lumayan sering nge-bahas resto ramen, secara saya doyaaan banget sih!

Menya Sakura! Yup! Resto ini berasal dari Showa-ku, Nagoya. Pertama kali dibuka pada bulan April 2010. Saat ini mereka memiliki 9 cabang resto di Jepang sana. Di Jakarta sendiri, Menya Sakura mulai dapat dinikmati sejak pertengahan tahun 2013 yang lalu.

Tempatnya tidak terlalu besar, sekitar 50 orang bisalah numplek bleg di tempat ini; karena mereka menganut konsep “restoran kecil dengan antrean yang panjang”. Suasananya sih khas kedai ala Jepang gitu deh! Lampunya menggunakan model lampion, dan so pasti bangkunya minus sandaran terbuat dari kayu. Konon sih mereka juga ingin sekaligus memperkenalkan budaya Jepang lewat interior designnya. Mereka mengadaptasi suasana di era Circa tahun 1930 s/d 1980.

Menya Sakura

Untuk kunjungan perdana ini saya coba Spicy Tonkotsu Car-shu Men (IDR 75k). Semangkuk ramen dengan kuah warna jingga lengkap dengan potongan tipis babi yang berlemak serta separuh telur rebus Nitamago, tidak lupa ditaburi dengan biji wijen. Suapan pertama of course saya coba kuahnya saja. Kuahnya kental dengan rasa kaldu babi yang berasa banget. Belum lagi ditambah rasa pedas dari cabai merah yang telah ditambah kaldu ikan & seafood. Plus…tada….potongan babi lumat yang sudah dicampur dengan saus special buatan Sakura. Wuih….super yummy! Kalau lagi sakit flu, nendang banget kali ya kalau dikasih makan yang model beginian #ngebayangin. Menurut saya, rasa ramennya enak, beda tipis dengan ramen favorite saya Hakata Ikkousha.

Spicy Tonkotsu Charsiu Men Menya Sakura

Kalau tidak suka pedas ya bisa pilih Tonkotsu Ramen (IDR 49.8k) atau kalau mau yang rasa babi-nya lebih nonjok bisa order Tonkotsu Char-shu Men (IDR 69.8k). Untuk yang tidak makan babi, ada Tsuke-men yang bahannya terbuat dari ayam. Kalau mau nasi juga ada pilihan Fried Rice (ayam/babi), Char-Shu Don, Tori Don atau Mentaiko Rice.

Untuk side dish, mereka menyediakan Fried Chicken Dumpling (IDR 28k), Fried Chicken (IDR 30k) & Fried Vegetable (IDR 28k). Kali ini saya coba Pork Dumpling (IDR 35k). Dibungkus kulit yang tidak terlalu tebal, dengan tekstur yang tidak terlalu kering, rasa daging babi cincang yang telah di-mix dengan daun bawang terasa nikmat sekali.

Pork Dumpling Menya Sakura

Kalau belum kenyang, bisa nambah dessert juga sih! Mochi Ice Cream (IDR 20k), Almond Jelly (IDR 15k) atau Green Tea/Vanilla Ice Cream (IDR 12k) bisa jadi penutup yang menyenangkan.

 

Ciputra World

Lotte Shopping Avenue 2nd Floor – 02A

Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5

Kuningan – Jakarta Selatan 12940

Ph: 021-29889256